Minggu, 26 Agustus 2012
Jatuh
Benar. Jatuh itu bukan pilihan.
Berapa pun kau coba menjauh, kau akan mendapati dirimu menetapnya dalam
lamunan, menyadari benakmu dipenuhi ekspresi wajahnya, terjaga dari tidur yang
dipenuhi impi-impi tentangnya.
Tak ada yang ingin jatuh di
tempat yang salah. Tak ada yang ingin jatuh pada orang yang tak tepat. Namun
kau tidak pernah tau kapan dan dimana kau akan terjatuh, hingga saatnya tiba,
kau hanya akan ‘terjatuh’. Sekeras apapun kau menyangkal, sedalam apapun kau
menyesal, rasamu akan semakin kekal. Bertambah kuat disetiap detiknya.
Sebenarnya tidak ada yang salah,
jika orang itu tepat, kau bisa jatuh dengan bebas, bahkan melompat ke
pelukannya. Namun bila salah, kau akan merasakannya. Penyangkalan yang terjadi
disetiap detak jantungmu, disetiap hela nafasmu, disetiap detik yang kau lewati
dalam kebahagiaan sederhana yang diam-diam kau nikmati di sela-sela rasa
bersalah.
Kau tak tau jatuh bisa begitu
terasa fatal. Selanjutnya, kaulah yang memutuskan, melanjutkannya dan berjuang
untuknya atau menghentikannya sampai disini. Melepaskan kebahagiaan itu,
melepaskannya.
Sebenarnya soal melepaskan hanya
masalah waktu, perbedaannya hanya apa kau sempat memilikinya, atau tidak.
Seberapa pentingnya memiliki, hanya kau yang bisa memutuskan. Ada orang yang
dengan tulus bisa mengasihi tanpa memiliki, tapi beberapa yang lain merasa
memiliki adalah bagian dari mengasihi.
Tak ada yang salah, egoisme itu bagian dari sifat manusia. Tak usah merasa
sungkan untuk ingin memiliki, selama takarannya tepat, itu sangat manusiawi.
Percaya ataupun tidak,
mengabaikan rasa ingin memiliki sangat sulit. Bila kau bukan orang tulus yang
biasa merelakan sesuatu untuk orang lain, ini akan sangat sulit. Namun aku
masih percaya tak ada yang tak mungkin, kuharap kau juga masih mempercayainya.
Sesulit apapun bila kau berusaha, kau akan berhasil. Dan percayalah, bila orang
itu bukan untukmu, maka Tuhan telah mempersiapkan orang yang lebih baik
untukmu—terbaik.
Kamis, 23 Agustus 2012
Disney's Princess
"Mereka juga mengalami masa-masa sulit, tapi mereka baik-baik saja kan? Karena itu jangan khawatir, kau dan aku juga akan baik-baik saja, kita akan mendapat akhir yang bahagia seperti mereka."
Langganan:
Postingan (Atom)










