Sabtu, 24 Desember 2011

End

Finally, here we go.
When I was child, someone told me that everything will end.
I think about it all day long. But I didn't found the answer.
For some years, I forget it.
Until one years ago, I fell. I'm fell in love
He wasn't the most handsome guy, he wasn't the most amazing guy. 
But in my eyes, he is a special person.
But like usual, I make a fault.
I'm too shy to belong near with him.
I stay away, because I shy, not because I don't like.
But they think I hate him. He's either.
I've hurt his heart.
That was the first time I saw he avoid me. 
And now I can't saw him everyday anymore, I can't saw his laugh again.
I'm late. And it's the end of my story. 
Today, I give up.
I won't try to saw him again. 
I won't looking for him when I through the road.
I don't want to saw him anymore.
Maybe it will be better if he meet the other girl that can make him happy.
I hope one day, we can meet again. And I can see his smile just once again.
So I can run my life, without regret.
But this is it. This is the end of my love story.














Kamis, 22 Desember 2011

"... In another life
I would be your girl
We keep all our promises
Be us against the world."


"And in another life
I would make you stay
So I don't have to say
You were the one that got away
The one that got away."
-Katy Perry, The One That Got Away

Hari Ibu

Kemarin hari Ibu, waktu aku nyalain tv banyak anak-anak (terutama artis) manjain Mamanya. Mama juga ikut nonton sambil ngisiin raport buat muridnya. Mama nggak ngomong apa-apa, kayaknya emang lagi konsen sama raport.
Mama juga pasti pengen dimanjain kayak gitu sama anak-anaknya. Tapi anak-anaknya nggak ada yang bisa manjain mama kayak gitu. Dulu sih, waktu Kak Bela masih tinggal di Tasik, biasanya Kakak bisa bilang secara langsung sama Mama, sambil meluk terus cium pipinya.
Tapi aku sama Bagas beda. Aku nggak terlalu suka mengutarakan perasaan secara langsung, dan jujur aja ya, aku males banget, jarang bantuin mama di rumah. Bagas lebih parah, mungkin karena dia anak cowok, Bagas sering banget main keluar, jarang ada dirumah.
Sebenernya aku pengen kasih Mama hadiah, bantuin Mama, manjain Mama. Tapi gimana? Aku gak tau gimana caranya. Aku takut jadi aneh.
Mama juga sering cerita tentang murid-muridnya yang perhatian. Aku tau Mama pengen aku seperti mereka. Tapi aku terlalu pemalu untuk bilang sama Mama.
Selama ini aku lebih sering bikin Mama marah dari pada senang. Aku belum sempet bikin Mama bangga. Padahal Mama punya banyak tropi juara, sedangkan aku nggak punya sama sekali. Aku juga sering bikin Mama kecewa. Contohnya semester lalu, Mama bilang pengen punya anak dokter, tapi aku malah memutuskan masuk jurusan IPS. Mama nggak bilang kalau dia kecewa, tapi aku bisa rasain.
Mungkin nggak adil kalau ibu sebaik Mama punya anak seperti aku yang jauh dari kata sempurna.
"But I'm promise, one day I'll make you proud, Mom.I will."



Rabu, 21 Desember 2011

Peliharaan

Minggu kemarin aku ajakin Ceking ke Asia Plaza, ceritanya mau cari buku buat memenuhi salah satu tugas. Sekalian reuni juga, kangen soalnya. Sebenernya pengen ajakin Lethi sama Iki juga, tapi mereka lagi sibuk. Yo weis, berdua aja sama Eking.
Kita ke Gramedia, ternyata buku yang dicari nggak ada. Bukannya sedih malah seneng, jadi uang jajan aku masih bisa dipake jajan.
Petualangan pun dimulai, kita berdua keliling-keliling AP sampe pegel. Karena haus akhirnya kita beli es krim, ternyata es krimnya kemanisan, jadi kita harus beli air putih, ini jelas merugikan. Kesimpulannya : Kalo haus jangan makan es krim, belilah air putih yang baik dan benar!
Seudah itu kita jalan-jalan ke Pet Shop. Ceking sempet cerita tentang hamsternya;  Michi sama Igo (alm). Katanya yang satu dimakan kucing yang satu lagi kabur atau apa gitu, aku lupa. Katanya pengen melihara lagi, sayang. Ckckck..
Terus kita liat liat hamster. Saat itulah pertama kali aku melihatnya, ia putih dengan bercak-bercak krim, kecil, matanya hitam, dua gigi depannya sibuk mengunyah sesuatu. Hamster Syria yang mirip Hamtaro itu. AKU JATUH CINTAAA!
Pemirsa kejadian ini hanya terjadi setiap 100 tahun sekali, seorang gadis cantik (aku), jatuh cinta sama hamster (jenis kelamin tidak diketahui) yang lucu.
Aku : Ceking, aku jatuh cinta sama hamster yang itu (nunjuk Hamtaro)
Ceking : (geleng-geleng) Kaya aku dulu.
Sepanjang sisa jalan-jalan itu, aku terus mikirin si hamster. Wah aku beneran naksir sama Hamtaro itu.
Waktu pulang aku bilang sama Mama.
Aku : Mah, uil pengen pelihara hamster dong!
Mama : (menjawab dengan lempeng) Tikus juga banyak.
Aku : Ih da pengen hamster mah! Lucu! Kaya hamtaro!
Mama : (bergidik) Ih geleuh!
Nampaknya guru matematika kita ini tidak tau perbedaan antara tikus dan hamster.
Besok malamnya, aku ajakin mama sama papa ke AP dengan alibi mau beli rok, aku ajakin mama liat Hamtaro, dengan harapan hubungan kami akan disetujui.
Aku : (nunjuk Hamtaro) tuh mah, lucu!
Mama : (diem sebentar, bergidik lagi, kali ini pake ekspresi jijik segala) Yuk ah, gararetek!
Jadi begitulah, hubungan aku sama Hamtaro ditentang. Waktu pulang ke rumah eyang, aku ke dapur mau ambil minum, tiba-tiba ada suara aneh.
Ciap.. ciap.. ciapp..
Aku bingung. Itu suara apa yah? Cicak? Tikus? Atau Bagas udah ganti bahasa sekarang?
Aku sempet kira itu ringtone hp Bagas, karena biasanya ringtone hp anak itu emang aneh. Ternyata bukan.
Ciap..
Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya.
Aku : Yang, itu suara apa?
Eyang : Oh, anak ayam. Tadi Rayhan beli waktu jalan-jalan.
Anak ayam. Anak ayam? Anak ayam! ANAK AYAM!!!
Aku lari ke arah suara. Ternyata bener, anak ayam. Dua biji. Mereka sangat funky. Buktinya pake cat segala, yang satu ijo yang satu orange. Oh.. my..
Mereka disimpen disangkar kecil yang digantung dideket tangga. Benar-benar memprihatinkan.
Mungkin ini jawaban dari Alloh akan semua doaku. Tak ada kayu, rotan pun jadi. Tak ada hamster, anak ayam pun jadi.
Ckckck.. Miris.