Minggu kemarin aku ajakin Ceking ke Asia Plaza, ceritanya mau cari buku buat memenuhi salah satu tugas. Sekalian reuni juga, kangen soalnya. Sebenernya pengen ajakin Lethi sama Iki juga, tapi mereka lagi sibuk. Yo weis, berdua aja sama Eking.
Kita ke Gramedia, ternyata buku yang dicari nggak ada. Bukannya sedih malah seneng, jadi uang jajan aku masih bisa dipake jajan.
Petualangan pun dimulai, kita berdua keliling-keliling AP sampe pegel. Karena haus akhirnya kita beli es krim, ternyata es krimnya kemanisan, jadi kita harus beli air putih, ini jelas merugikan. Kesimpulannya : Kalo haus jangan makan es krim, belilah air putih yang baik dan benar!
Seudah itu kita jalan-jalan ke Pet Shop. Ceking sempet cerita tentang hamsternya; Michi sama Igo (alm). Katanya yang satu dimakan kucing yang satu lagi kabur atau apa gitu, aku lupa. Katanya pengen melihara lagi, sayang. Ckckck..
Terus kita liat liat hamster. Saat itulah pertama kali aku melihatnya, ia putih dengan bercak-bercak krim, kecil, matanya hitam, dua gigi depannya sibuk mengunyah sesuatu. Hamster Syria yang mirip Hamtaro itu. AKU JATUH CINTAAA!
Pemirsa kejadian ini hanya terjadi setiap 100 tahun sekali, seorang gadis cantik (aku), jatuh cinta sama hamster (jenis kelamin tidak diketahui) yang lucu.
Aku : Ceking, aku jatuh cinta sama hamster yang itu (nunjuk Hamtaro)
Ceking : (geleng-geleng) Kaya aku dulu.
Sepanjang sisa jalan-jalan itu, aku terus mikirin si hamster. Wah aku beneran naksir sama Hamtaro itu.
Waktu pulang aku bilang sama Mama.
Aku : Mah, uil pengen pelihara hamster dong!
Mama : (menjawab dengan lempeng) Tikus juga banyak.
Aku : Ih da pengen hamster mah! Lucu! Kaya hamtaro!
Mama : (bergidik) Ih geleuh!
Nampaknya guru matematika kita ini tidak tau perbedaan antara tikus dan hamster.
Besok malamnya, aku ajakin mama sama papa ke AP dengan alibi mau beli rok, aku ajakin mama liat Hamtaro, dengan harapan hubungan kami akan disetujui.
Aku : (nunjuk Hamtaro) tuh mah, lucu!
Mama : (diem sebentar, bergidik lagi, kali ini pake ekspresi jijik segala) Yuk ah, gararetek!
Jadi begitulah, hubungan aku sama Hamtaro ditentang. Waktu pulang ke rumah eyang, aku ke dapur mau ambil minum, tiba-tiba ada suara aneh.
Ciap.. ciap.. ciapp..
Aku bingung. Itu suara apa yah? Cicak? Tikus? Atau Bagas udah ganti bahasa sekarang?
Aku sempet kira itu ringtone hp Bagas, karena biasanya ringtone hp anak itu emang aneh. Ternyata bukan.
Ciap..
Akhirnya aku memutuskan untuk bertanya.
Aku : Yang, itu suara apa?
Eyang : Oh, anak ayam. Tadi Rayhan beli waktu jalan-jalan.
Anak ayam. Anak ayam? Anak ayam! ANAK AYAM!!!
Aku lari ke arah suara. Ternyata bener, anak ayam. Dua biji. Mereka sangat funky. Buktinya pake cat segala, yang satu ijo yang satu orange. Oh.. my..
Mereka disimpen disangkar kecil yang digantung dideket tangga. Benar-benar memprihatinkan.
Mungkin ini jawaban dari Alloh akan semua doaku. Tak ada kayu, rotan pun jadi. Tak ada hamster, anak ayam pun jadi.
Ckckck.. Miris.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar