Kemarin malem aku mimpi aneh.
Ceritanya gini..
Aku lagi jalan terus papasan sama dia, tapi anehnya kami nggak saling menghindari atau buang muka seperti yang biasa terjadi.
Dia malah bilang dengan ringan, "Kalo papasan sapa dong!"
Aku senyum terus rangkul dia, "Iya, yang dulu nggak usah dipikirin ya?"
Dia mengangguk tanda setuju, dia juga ikut merangkulku. Kami berjalan sama-sama seakan itu bukan hal yang aneh. Seakan-akan nggak ada yang pernah terjadi.
Waktu itu aku udah nggak deg-degan lagi, seakan dia orang biasa.
Waktu bangun aku jadi kepikiran. Seandainya aku bisa berteman sama dia pasti seru.
Padahal dulu kami biasa aja. Cuma gara-gara hal konyol semuanya hancur. Coba kalo waktu itu aku bisa lebih cuek, mungkin sekarang aku bisa sapa dia kalau papasan dijalan. Coba kalo dulu aku nggak seegois itu, mungkin aku nggak akan beranggapan dia orang jahat.
Tapi sekarang itu cuma 'seandainya', kenyataannya aku nggak pernah punya cukup keberanian untuk nyapa apalagi minta maaf sama dia. Semuanya terlambat, dan sayangnya belum ada yang menemukan mesin waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar